Malam Penutupan yang Penuh Harapan
Kisah Lucu Evaluasi KBG: Kejutan Mie Medan, sebuah cerita humor tentang evaluasi tahunan KBG dan kejutan hidangan yang tak terduga, dimulai pada suatu malam yang hangat dan ceria. Saat itu, Pak Dola menghadiri Ibadah Penutupan KBG Tahun 2025 di rumah keluarga Bapak Agus Simamora. Selain itu, suasana malam tersebut terasa semakin istimewa karena umat tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga untuk mengikuti evaluasi akhir tahun. Kemudian, setelah ibadah selesai, para peserta mulai bersiap untuk sesi evaluasi yang dikenal penuh canda dan keakraban. Sementara itu, antusiasme semakin terlihat karena setiap akhir tahun selalu ada momen yang ditunggu-tunggu: evaluasi besar-besaran yang sarat harapan dan semangat kebersamaan. Akhirnya, malam itu menjadi semakin berkesan berkat kejutan hidangan Mie Medan yang menambah tawa dan cerita lucu bagi semua yang hadir.
👉 Tonton videonya di sini:
🔗 https://youtu.be/jeorlzoAWCM
Sesi Evaluasi Dimulai: Tegas, Ramai, dan Penuh Curhat
Seperti biasa, setelah semuanya duduk dengan rapi, Pak Dola—pemimpin evaluasi paling legendaris—segera memandu sesi tersebut. Selain itu, dengan gaya khasnya yang tegas tetapi lucu, ia:
-
Pertama-tama, mengajak umat memberi masukan tentang kegiatan 2025,
-
Selanjutnya, mempersilakan siapa saja menyampaikan usulan untuk 2026,
-
Kemudian, membuka ruang curhat agar suasana semakin hidup.
Oleh karena itu, umat pun berbicara dengan penuh semangat. Ada yang menyoroti pengelolaan dana KBG, sementara itu yang lain mengingatkan pentingnya sosialisasi fasilitator. Di sisi lain, beberapa umat menuntut penyelesaian Gerakan Seribuh (Geser). Pada akhirnya, semua masukan dicatat rapi dan dihargai sebagai poin penting.
Hasil Evaluasi yang Menginspirasi
Agar tidak ada satu pun hal terlewat, Pak Dola membaca ulang beberapa kesepakatan yang dicapai bersama:
-
Kegiatan KBG sepanjang tahun 2025 berjalan baik, namun tetap butuh penyempurnaan.
-
Dana KBG perlu dikelola lebih kuat agar program berjalan lancar.
-
Fasilitator wajib mengikuti sosialisasi dari paroki.
-
Komitmen Gerakan Seribuh harus diselesaikan.
-
Rekoleksi & rekreasi tahun depan ditetapkan pada 28 Desember 2025 di Pantai Hamadi.
-
Sistem konsumsi menggunakan potluck.
-
Bapak Korneles bertanggung jawab memastikan pondok di Hamadi tersedia.
-
Kendala tugas harus diberitahukan kepada Ketua KBG minimal H-1.
-
Latihan koor bulanan mulai diberlakukan tahun 2026.
-
Remaja KBG akan lebih banyak dilibatkan sebagai MC atau pemimpin ibadah sederhana.
-
Program rutin kunjungan kasih dan ibadah KBG tetap dilanjutkan.
-
Ibu Bendahara menyampaikan laporan kekuatan kas akhir tahun, yang pada akhirnya membuat umat lega—setidaknya kas tidak ambruk.
Meskipun suasana sempat serius, tetapi tetap hangat dan bersahabat.
Transisi yang Sangat Ditunggu: Saatnya Makan!
Begitu evaluasi selesai, semua umat tersenyum lega. Setelah itu, seperti sudah menjadi tradisi, makan bersama menjadi jawaban paling tepat. Tidak hanya itu, tuan rumah juga menyiapkan hidangan penuh cinta dan—tanpa diduga—penuh kejutan.
Pak Dola dan Piring Misteri
Karena memang sudah lapar, setelah berbicara panjang, Pak Dola melangkah paling dulu ke meja makan. Ia mengangkat piring. Ia melihat mie, lauk, sambal, dan hidangan lainnya. Namun tiba-tiba, ada satu hal yang langsung membuatnya kaget.
Baca juga : Humoria KBG | Cerita Lupa Kacamata yang Mengocok Perut
Ia menyapu meja dengan pandangan penuh harap… dan lalu berbisik keras:
“Loh… nasinya di mana?”
Kejutan Utama: Nasi Sedang Libur
Tuan rumah, yang berdiri tepat di sebelahnya, tersenyum santai dan menjawab:
“Tidak ada nasi, Pak. Kita makan mie saja. Itu mie Medan!”
Ruangan langsung sunyi sesaat.
Semua menunggu reaksi Pak Dola.
Dan kemudian—dor!—seluruh umat meledak dalam tawa.
Pak Dola sambil menepuk piring berkata:
“Waduh! Saya pikir mie cuma teman nasi, ternyata malam ini nasi libur!”
Tawa pecah lebih keras. Bahkan yang tidak lapar ikut tertawa sampai berkaca-kaca.
Mie Medan, Evaluasi, dan Tawa yang Menyatu
Tawa umat mengisi rumah Bapak Agus.
Tegangnya evaluasi langsung hilang.
Sambil menikmati mie Medan, umat saling menggoda:
-
“Ini pasti program tambahan untuk 2026: Hari Mie Nasional KBG!”
-
“Atau evaluasi poin ke-13: nasi wajib hadir kecuali izin Ketua KBG!”








