Rekoleksi Guru YPPK berubah menjadi momen khidmat dalam kegiatan Rekoleksi dan Ziarah Guru-Pegawai SD YPPK Gembala Baik Abepura yang berlangsung penuh makna.
Guru dan Pegawai Memperkuat Iman dan Kasih di Masa Pra-Paskah
Pembukaan Kegiatan
Rekoleksi Guru YPPK Berubah menjadi momen penting dalam kegiatan Rekoleksi dan Ziarah Guru-Pegawai SD YPPK Gembala Baik Abepura. Seluruh guru dan pegawai mengikuti kegiatan ini di Biara APO, Jayapura, pada Rabu, 18 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIT hingga selesai.
Tim Pastoral sekolah menyusun rangkaian kegiatan melalui sesi refleksi, penyampaian materi, ziarah, dan perayaan misa. Kegiatan ini menjadi bagian dari program sekolah untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mempersiapkan diri menyambut Paskah.
Pandangan tentang Kegiatan Iman
Kegiatan rekoleksi menghadirkan suasana khidmat dan makna yang mendalam bagi para peserta. Setiap sesi mendorong para guru dan pegawai melakukan refleksi pribadi. yang mendalam. Setiap sesi mendorong para guru dan pegawai untuk melakukan refleksi pribadi.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat relasi kasih di antara peserta. Para guru dan pegawai tidak sekadar menjadikan rekoleksi sebagai rutinitas tahunan, tetapi memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk merenungkan kembali panggilan iman sebagai pendidik. Dengan demikian, kegiatan ini membantu memperdalam kualitas spiritual sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah.

Pernyataan Kepala Sekolah
Pada kesempatan lain, Kepala Sekolah, Ibu Anastasia Kunthi P. Sari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pandangannya di ruang guru.
Menurut beliau, “Rekoleksi adalah persoalan pribadi.” Ia menegaskan bahwa hasil rekoleksi bergantung pada kesiapan hati setiap individu. Pernyataan ini menunjukkan bahwa setiap peserta mengalami pengalaman spiritual yang berbeda.
Rangkaian Rekoleksi dan Ziarah
BACA JUGA : KBG Santo Fransiskus Xaverius
Bapak Bartho memimpin keberangkatan kegiatan, kemudian Kepala Sekolah membuka acara secara resmi.
RP Tarsius Lengari, OFM, memimpin sesi pertama dengan tema “Membangun Relasi Kasih” pada pukul 08.45–10.00 WIT. Setelah itu, Ibu Maria Huby menyiapkan snack dan para peserta menikmatinya.
Panitia dari tim pastoral menyelenggarakan sesi kedua pada pukul 10.30–12.00 WIT dengan tema “Mendidik sebagai Panggilan”. Selanjutnya, Ibu Elisabet memandu peserta mengikuti ziarah, lalu Tim Pastoral menyiapkan makan siang untuk peserta beristirahat.
Pada pukul 13.15–14.30 WIT, RP Tarsius kembali memimpin sesi ketiga dengan tema “Kasih sebagai Fondasi Pelayanan”. Selanjutnya, peserta menyampaikan kesan dan pesan, lalu Ibu Maria Huby memandu persiapan misa hingga pukul 15.00 WIT.
Tim Pastoral memandu perayaan Misa sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, lalu peserta mengakhiri kegiatan dengan sayonara.
Belajar dari Santo Fransiskus Asisi
Dalam rekoleksi ini, para guru dan pegawai belajar bersama RP Tarsius Lengari, OFM tentang teladan Santo Fransiskus Asisi, pelindung sekolah-sekolah YPPK.
RP Tarsius menekankan bahwa Santo Fransiskus mengajarkan nilai kesederhanaan, kerendahan hati, dan kasih kepada semua ciptaan. Nilai-nilai ini menjadi dasar penting dalam kehidupan beriman sekaligus dalam pelayanan sebagai pendidik.
RP Tarsius menekankan bahwa Santo Fransiskus mengajarkan nilai kesederhanaan, kerendahan hati, dan kasih kepada semua ciptaan. Nilai-nilai ini membentuk dasar penting dalam kehidupan beriman sekaligus dalam pelayanan sebagai pendidik.
Kegiatan ini semakin bermakna ketika seluruh peserta menghidupkan salam khas YPPK, yaitu “Pace e Bene” (Damai dan Kebaikan). Mereka bahkan menyerukan dengan penuh sukacita, “Pace e Bene… Samper Pace e Bene!” Seruan ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan damai dan kebaikan dalam dunia pendidikan.
Satu salam, sejuta makna. Temukan keindahan Pace e Bene di postingan ini. 🕊️Lihat selengkapnya: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1002432055319515
Dampak dan Respons Peserta
Seluruh guru dan pegawai menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka merasakan inspirasi dan meningkat semangat pelayanan dalam menjalankan tugas. Selain itu, kegiatan ini memperkuat keharmonisan di lingkungan sekolah dan mempererat ikatan kasih antar peserta. Melalui rekoleksi dan ziarah ini, sekolah menjalankan program iman dengan baik sekaligus memberi ruang bagi setiap peserta untuk melakukan refleksi yang mendalam.
Salah satu peserta, Ibu Puji, menyampaikan kesan dan pesannya melalui WhatsApp kepada Cerita Pakkodoong. Ia merasakan suasana kegiatan yang menyenangkan. Narasumber menyampaikan materi secara hidup sehingga peserta tidak merasa bosan. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan serius dan penuh antusias. Ibu Puji juga menilai materi tersebut sangat baik dan sesuai dengan peran guru sebagai pendidik. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini membantu para guru memaknai profesi mereka sebagai sebuah panggilan. Melalui pesannya, Ibu Puji berharap pihak sekolah terus menyelenggarakan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan. Ia menilai kegiatan, materi, dan narasumber memberikan manfaat besar, sehingga mendorong pihak sekolah tetap melaksanakan kegiatan serupa dengan variasi materi yang berbeda.
Selain itu, Mam Sri, salah satu peserta, menyampaikan kesannya kepada Cerita Pakkodoong melalui WhatsApp. Ia menilai kegiatan ini sangat bagus bahkan “super”. Ia melihat pemateri menyampaikan materi secara tepat dan sesuai dengan situasi guru dan pegawai SD YPPK Gembala Baik. Mam Sri menegaskan bahwa Tuhan menciptakan dan memilih para guru serta pegawai untuk melayani dengan hati dan profesional. Ia juga mengajak semua peserta untuk tidak hanya mengajar, tetapi melayani dengan kasih serta menghasilkan buah-buah kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ibu Yohan, peserta rekoleksi lainnya, menyampaikan kesannya bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seluruh guru dan pegawai. Ia menekankan beberapa poin penting yang ia dapatkan dari materi Pater Tarsius, OFM. Pertama, seorang pendidik harus melayani anak didik dengan sepenuh hati, memahami karakter setiap anak, terutama anak yang super aktif, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kedua, selalu bersyukur atas rezeki yang diterima selama mengabdi di SD Gembala Baik, mengingat masih banyak orang yang belum memiliki pekerjaan. Ketiga, hidup sesuai kemampuan, tidak terjebak gaya hidup mewah yang dapat menimbulkan utang, dan tidak meniru gaya hidup orang lain.
Ibu Yohan menambahkan pesan penting bagi seluruh pendidik: menjadi guru berarti memiliki niat tulus dan ikhlas untuk mendidik siswa yang Tuhan percayakan kepada kita, bukan hanya mengajar demi upah. Ia meyakini bahwa rezeki setiap orang telah diatur Tuhan, sehingga bekerja dengan hati yang tulus adalah kunci utama.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman rohani, tetapi juga memperkuat kebersamaan di SD YPPK Gembala Baik Abepura.









Satu Komentar