Langkah Palma dari Puskesmas Lama

Langkah Palma dari Puskesmas Lama: Umat Sentani Hidupkan Kisah Sengsara Tuhan

Perayaan Misa Minggu Palma Dipenuhi Perarakan dan Pesan Kepemimpinan

Sentani, 29 Maret 2026 — Umat Paroki Sang Penebus Sentani memadati perayaan Misa Minggu Palma yang digelar sejak pukul 07.30 WIT, Minggu pagi (29/3). Perayaan ini diawali dengan pemberkatan daun palma di area eks puskesmas lama, sebelum umat bersama-sama mengikuti perarakan menuju gereja.

BACA JUGA: Peran Penggerak KBG dalam Kehidupan Iman

Misa Minggu Palma ini menjadi momen penting untuk mengenang sengsara Tuhan sekaligus peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem dengan menunggang keledai—tanda kerendahan hati Sang Raja Damai.

Diawali Injil dan Pemberkatan Palma

Sebelum perarakan dimulai, dibacakan Injil dari Matius 21:1-11 yang mengisahkan kedatangan Yesus ke Yerusalem. Suasana hening dan penuh penghayatan terasa saat umat mendengarkan sabda Tuhan sebagai pembuka perayaan.

Pemberkatan daun palma pun berlangsung di lokasi, menjadi simbol kesiapan umat untuk menyambut dan mengenang perjalanan sengsara Kristus.

Dari Puskesmas Lama, Umat Berarak Penuh Sukacita

Laporan langsung ala “ Cerita Pakkodoong” dari lokasi mencatat, umat dari sekitar 33 Komunitas Basis Gerejawi (KBG) ambil bagian dalam perarakan ini. Dengan daun palma di tangan, umat berjalan bersama dari eks puskesmas lama menuju Gereja Paroki Sang Penebus.

Sepanjang jalan, lambaian daun palma menghadirkan suasana yang hangat dan penuh iman, seolah menghidupkan kembali peristiwa penyambutan Yesus di Yerusalem.

Setibanya di gereja, petugas liturgi mengarahkan umat untuk menempati tempat. Umat di lantai satu mengikuti misa secara langsung, sementara umat di lantai dua tetap dapat mengikuti jalannya perayaan melalui layar televisi yang disediakan.

Minggu Palma: Mengenang Sengsara dan Raja Damai

Dalam renungan singkatnya, Pastor Modestus mengingatkan bahwa Minggu Palma adalah saat untuk mengenang kembali awal penderitaan Yesus. Umat diajak tidak hanya mengenang, tetapi juga menghayati sengsara Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menegaskan bahwa Yesus yang datang sebagai Raja Damai mengajarkan nilai kerendahan hati dan kasih yang tulus kepada sesama

Pesan Kepemimpinan dari Altar

Dalam homili pada perayaan Ekaristi, Pastor Vikaris paroki Sang penebus, RP. Modestus Teniwut, OFM, menyoroti pentingnya kepemimpinan dalam kehidupan umat. Ia mengajak umat untuk menjadi pribadi yang jujur dan bijaksana, serta menghadirkan sikap sejuk dan adil dalam setiap aspek kehidupan.

“Setiap orang dipanggil menjadi pemimpin, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Perjalanan Iman yang Menguatkan

Perayaan Minggu Palma ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga perjalanan iman bersama. Dari langkah awal di puskesmas lama hingga perayaan Ekaristi di gereja, umat diajak untuk menapaki kembali jalan sengsara Tuhan dengan hati yang terbuka.

Langkah Palma dari Puskesmas

Dengan daun palma di tangan dan iman di hati, umat Paroki Sang Penebus Sentani memulai Pekan Suci dengan penuh harapan akan kasih dan keselamatan.