Beranda / Refleksi / Makna di Balik Kompetisi: Pelajaran dan Inspirasi”

Makna di Balik Kompetisi: Pelajaran dan Inspirasi”

Makna Sejati dari Sebuah Kompetisi

Oleh: Lambertus Lado Sogen, S.S.
Abepura, 1 November 2025

Lebih dari Sekadar Juara

Banyak orang mungkin berpikir bahwa tujuan utama mengikuti sebuah kompetisi adalah untuk menjadi juara. Pandangan seperti ini sering membuat seseorang enggan untuk mencoba. Jika seseorang hanya berfokus pada hasil akhir, maka ia akan terus dibayangi rasa pesimis dan takut gagal. Akibatnya, ia tidak akan pernah berani melangkah ke arena persaingan.

Padahal, orang yang takut berkompetisi sesungguhnya sedang menjajah pikirannya sendiri — membatasi kemampuannya untuk berkembang. Ada pula orang yang sering mengikuti lomba tetapi belum pernah menang, lalu menjadi patah semangat dan berhenti mencoba. Pandangan seperti ini perlu diubah. Sebab, setiap kompetisi adalah kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengenal potensi diri yang sebenarnya.

Kompetisi sebagai Sarana Pembelajaran

Berkompetisi bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Kompetisi adalah cara untuk mengukur kemampuan diri dan mengasah keterampilan yang kita miliki. Dari setiap proses lomba, seseorang belajar menghadapi tekanan, mempersiapkan diri dengan disiplin, serta menerima hasil dengan lapang dada. Baca selengkapnya di SAGE Journals.

Baca juga: Gambar Kenangan Ibu Lestari, Pemimpin Bijaksana

Kegagalan pun sering kali menjadi guru yang jauh lebih bijak dibanding kemenangan. Dari kekalahan, kita belajar rendah hati. Dari kemenangan, kita belajar mensyukuri hasil kerja keras. Maka, setiap langkah dalam kompetisi, sekecil apa pun hasilnya, sesungguhnya adalah bagian dari perjalanan untuk menjadi lebih baik.

Kebanggaan atas Semangat dan Keberanian

Saya pribadi merasa bangga kepada tiga rekan guru yang telah berani mengambil bagian dalam lomba membaca puisi. Saya yakin, mereka tidak semata mengejar juara, melainkan ingin mewakili SD YPPK Gembala Baik dan membawa nama baik sekolah tercinta.

Ketika mereka tampil di atas panggung, masing-masing menunjukkan karakter suara yang unik dan memikat. Mungkin ada yang masih perlu memperdalam ekspresi dan penjiwaan isi puisi, namun semangat mereka luar biasa. Syukur kepada Tuhan, salah satu dari mereka berhasil meraih Juara Harapan III.

Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi yang menang, tetapi juga bagi seluruh guru dan siswa. Sebab, kemenangan sejati bukan diukur dari piala, melainkan dari keberanian untuk mencoba dan tidak menyerah.

Belajar dari Pengalaman Pribadi

Berbicara tentang lomba membaca puisi, saya pun pernah memiliki pengalaman serupa. Saya pernah mengikuti lomba dan memang tidak meraih juara. Namun, saya bangga pada diri sendiri karena berani berkompetisi. Saya mungkin hanya menang dalam semangat, tetapi kalah dalam hasil.

Meski begitu, pengalaman itu tidak saya anggap pahit. Justru menjadi pengalaman manis dalam perjalanan hidup, karena dari sanalah saya belajar bahwa nilai sejati dari sebuah kompetisi bukan pada gelar juaranya, melainkan pada proses dan keberanian untuk berpartisipasi.

Menyalakan Semangat untuk Terus Berjuang

Kepada rekan-rekan guru, teruslah mengasah kemampuan membaca puisi dan memperdalam seni berbicara di depan umum. Jangan biarkan semangat padam hanya karena hasil belum sesuai harapan. Percayalah, kita semua sudah menjadi juara — hanya saja pialanya sedang dititipkan kepada orang lain untuk sementara waktu.

🧠 Baca juga: Fenomena Lemahnya Minat Anak dalam Mencatat: Tantangan Pendidikan di Era Digital

Kompetisi hanyalah satu babak dalam perjalanan panjang pembelajaran. Suatu saat nanti, kerja keras dan ketekunan akan berbuah hasil. Namun yang paling penting, kita sudah membuktikan bahwa semangat belajar dan keberanian untuk mencoba jauh lebih berharga daripada sekadar menang di atas panggung.

13 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *