✍️ Fenomena Lemahnya Minat Anak dalam Mencatat: Tantangan Pendidikan di Era Digital
🌍 Perubahan Zaman: Mengapa Anak-anak Mulai Enggan Mencatat?
Pergeseran Gaya Belajar di Era Teknologi
Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat telah mengubah cara anak-anak belajar di sekolah. Kini, semakin banyak guru yang mengeluhkan rendahnya minat siswa untuk mencatat pelajaran di kelas. Akibatnya, proses belajar tidak lagi seimbang antara mendengar, menulis, dan berpikir.
Baca juga: Pentingnya Ketelitian: Belajar dari Hal Kecil dalam Pekerjaan Sehari-hari
Contoh Kasus dari Lapangan
Sebagai contoh nyata, Pak Kodoong — seorang guru sekolah dasar di Jayapura — menyampaikan kekhawatirannya. Ia memperhatikan bahwa hanya sebagian kecil siswa mampu menyelesaikan ulangan dalam waktu dua jam pelajaran. Sementara itu, mayoritas siswa tampak kesulitan, bukan hanya ketika menjawab soal, tetapi juga saat menulis ulang atau mencatat materi.
Tantangan Baru bagi Dunia Pendidikan
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menulis dan mencatat, sebagai bagian penting dari proses belajar, mulai melemah. Oleh karena itu, dunia pendidikan tidak boleh menyepelekan fenomena ini. Justru, lembaga pendidikan perlu segera menanggapi tantangan besar untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan penguatan keterampilan manual siswa.
Pelajari lebih lanjut di: Laporan Disertasi UNY
💡 Ketergantungan Digital Menghambat Keterampilan Menulis
Akses Instan, Minat Mencatat Menurun
Salah satu penyebab utama anak enggan mencatat adalah meningkatnya ketergantungan mereka pada teknologi digital. Kini, anak-anak tumbuh dalam lingkungan serba cepat dan instan. Mereka bisa mengakses berbagai informasi hanya dengan satu sentuhan layar. Oleh sebab itu, mereka sering menganggap kegiatan menulis tidak lagi penting.
Dampak pada Aktivitas Fisik dan Kognitif
Di sisi lain, banyak guru menyaksikan bahwa siswa lebih senang mencari informasi melalui ponsel atau tablet daripada menuliskannya sendiri. Akibatnya, mereka jarang melatih aktivitas motorik dan kognitif yang berperan penting dalam memperkuat daya ingat.
Pandangan Ahli Tentang Proses Menulis
Menurut psikolog pendidikan Dr. Robert Bjork, “Menulis bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga proses mental yang memperkuat daya ingat.” Dengan kata lain, ketika siswa mencatat, mereka secara aktif memfilter informasi penting dan menyusunnya agar mudah dipahami. Sayangnya, kebiasaan berharga ini kini semakin jarang tampak di ruang kelas digital yang serba praktis.
Baca juga: Masa Lalu Pak Dola: Pelajaran Perjalanan & Inspirasi








