Abepura, 27 Oktober 2025 — Suasana Senin pagi di Abepura terasa berbeda. Saat para murid belajar dari rumah karena aksi demonstrasi yang membuat jalanan ramai, para guru SD YPPK Gembala Baik Abepura justru memilih untuk tetap produktif. Mereka mengubah Rapat Dewan Guru yang semula dijadwalkan di sekolah menjadi pertemuan daring melalui Zoom Meeting.
Kepala Sekolah Anastasia Kunthi P. Sari, S.Pd., M.Pd. memimpin langsung rapat tersebut bersama para wakil kepala sekolah, guru, dan pegawai.
💡 Awal Ide: Dari Grup WhatsApp ke Ruang Virtual
Menariknya, gagasan untuk beralih ke rapat daring bermula dari pesan WhatsApp Kepala Sekolah di grup guru. Dalam pesannya, beliau mengimbau para guru hadir pukul 07.00 pagi untuk membahas beberapa hal penting.
Namun, salah satu guru dengan cepat memberi saran:
“Terima kasih, Ibu. Mungkin bisa lewat Zoom saja, kasihan teman-teman, jalan pasti sudah ramai,” tulisnya di grup.
Saran sederhana itu menjadi pemicu perubahan besar.
🗳️ Kesepakatan Cepat dan Efisien
Setelah usulan disampaikan, para guru segera menanggapi. Dalam waktu singkat, mereka melakukan polling cepat di grup WhatsApp. Hasilnya, 22 guru menyatakan setuju untuk rapat via Zoom.
Selanjutnya, berdasarkan pantauan kanal Cerita Pakkodoong, sebanyak 38 peserta bergabung dalam pertemuan daring tersebut. Keputusan yang diambil dengan cepat ini menunjukkan semangat kolaboratif para pendidik di tengah situasi tak menentu.
🔒 Antisipasi terhadap Kondisi Lapangan
Langkah beralih ke daring bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga strategi menjaga keamanan. Situasi di sekitar Abepura belum sepenuhnya kondusif karena adanya demonstrasi.
“Kita tetap bisa bekerja, berdiskusi, dan mengambil keputusan tanpa mengorbankan keselamatan,” ujar Ibu Sari saat membuka rapat.
Dengan demikian, kegiatan sekolah tetap berjalan tanpa hambatan sekaligus menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama.
💻 Suasana Rapat Virtual yang Dinamis
Meskipun berlangsung secara daring, suasana rapat tetap hidup dan interaktif. Guru-guru tampak antusias menyalakan kamera, memberi pendapat, dan menuliskan gagasan di kolom chat.
Selain itu, suasana akrab dan profesional tetap terasa karena setiap guru diberi kesempatan untuk berbicara secara bergiliran.
🎯 Fokus Utama: Supervisi dan Deep Learning
Agenda rapat kali ini berfokus pada persiapan perangkat ajar menjelang supervisi. Kepala Sekolah menekankan pentingnya menyesuaikan perangkat pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning, sebagai ciri khas Kurikulum Merdeka.
“Kita masih berproses menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam. Sedikit demi sedikit, mari kita terapkan agar anak-anak benar-benar belajar dengan makna,” ujar Ibu Sari penuh semangat.
Di sisi lain, para guru aktif berdiskusi dan saling berbagi praktik baik penerapan Deep Learning di kelas masing-masing.
Sekolah di Abepura Liburkan Siswa, Belajar dari Rumah karena Demo Massa









Satu Komentar