Jaga Perkataan dan Nama Baik dalam Kehidupan Sehari-hari adalah nilai penting yang membantu seseorang membangun karakter yang kuat dan menjaga reputasi. Dengan memilih kata-kata yang tepat dan berbicara dengan bijak, kita dapat menunjukkan kedewasaan serta tanggung jawab. Sikap ini juga membantu menjaga nama baik, memberi pengaruh positif bagi orang lain, dan menciptakan hubungan yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk inspirasi lebih lanjut, Anda bisa membaca artikel renungan Kristen tentang perkataan yang relevan.
Kekuatan Perkataan: Jaga Kata-kata dan Bangun Nama Baik
Perkataan kita memiliki kekuatan besar. Perkataan baik menjadi pelajaran yang membangun orang lain, sementara perkataan buruk dapat menjadi musuh bagi sesama dan diri sendiri.
🕊️ Baca juga : Berlari, Memanjat, Melihat: Pelajaran Ibadah Pagi SD YPPK
Seperti yang dikatakan Buddha, “Hendaknya kita berbicara hanya jika kata-kata kita lebih indah dari keheningan.” Begitu pula Firman Tuhan menegaskan:
“Mulutmu berkata apa yang hati memikirkannya.” – Amsal 4:23
Dengan kata lain, jagalah lidah dan mulut kita. Jangan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, sebab suatu saat kata itu bisa kembali kepada kita. Untuk panduan lebih lengkap tentang menjaga perkataan, lihat Bible Gateway.
Berpikirlah Positif dan Bersyukur: Bangun Hidup Lewat Sikap dan Perkataan
Sering kali kita merasa hidup sudah cukup atau menganggap orang lain kurang beruntung. Namun, jangan pernah merasa hidup selalu berkecukupan, dan jangan berkata: “Saya tidak akan seperti dia.”
Hidup memiliki batas waktunya, begitu pula karya kita. Oleh karena itu, mari kita berpikir positif, fokus pada diri sendiri, dan perbanyak berbuat baik. Ingatlah, kebaikan tidak pernah berakhir meski hidup kita berakhir.
Firman Tuhan mengingatkan:
“Bersyukurlah dalam segala hal, sebab itulah kehendak Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu.” – 1 Tesalonika 5:18
Untuk tips berpikir positif dan bersyukur, kunjungi Desiring God: The Grace of Gratitude.
Setiap Orang Berpotensi Menjadi Pemimpin: Bangun Hidup dan Karakter Sejak Sekarang
Baca juga: Sebuah Bisikan di Bawah Terik Mentari dan di Riuh Pasar Kehidupan By Benyamin Marotno, S.Pd.
Hidup memberikan setiap orang kesempatan menjadi pemimpin. Namun, menjadi pemimpin bukan hanya soal kemampuan manajerial atau pengetahuan, melainkan juga kemampuan merangkul, menghargai, dan memberi solusi.
Oleh karena itu, jangan menunggu jabatan untuk berlaku baik. Mulailah dari sekarang. Biasakan perkataan yang membangun dan tindakan yang benar. Bila suatu saat diberikan tanggung jawab, kebaikan itu tinggal dipanen tanpa kebingungan.
Baca juga: Renungan Minggu Biasa ke-33 RD Robi Hodo & Ziarah Rohani
Kutipan inspiratif:
“The true measure of a man is how he treats someone who can do him absolutely no good.” – Samuel Johnson
Pelajari lebih lanjut tentang kepemimpinan dan karakter di Leadership Now.
Hidup Berakhir, Kebaikan Tetap Abadi: Jaga Nama Baik Lewat Tindakan Nyata
Hidup terus berlalu, karir bisa berakhir, dan karya kita terbatas waktunya. Namun, kebaikan yang kita tanam dan nama baik yang kita jaga akan selalu dikenang.
Mari kita jaga perkataan, perbanyak berbuat baik, dan hargai setiap orang di sekitar kita. Ingat, penyesalan selalu datang terlambat, tapi kebaikan yang tulus akan abadi.

Firman Tuhan menegaskan:
“Hendaklah setiap orang memberi perkataan yang membangun, supaya mereka yang mendengar memperoleh penghiburan.” – 1 Tesalonika 5:11
Untuk inspirasi meninggalkan warisan kebaikan, kunjungi Desiring God: Leaving a Legacy.
Kesimpulan: Bangun Hidup, Nama Baik, dan Perkataan Positif
-
Kata-kata baik membangun, kata-kata buruk menghancurkan.
-
Bersyukur dan berpikir positif selalu menolong kita menghadapi hidup.
-
Jangan menunggu menjadi pemimpin untuk berlaku baik; mulailah sekarang.
-
Hidup berakhir, tapi kebaikan tidak akan pernah berakhir.








3 Komentar