Beranda / Feature / “SD YPPK Gembala Baik Menuju Sekolah Hijau 2026”

“SD YPPK Gembala Baik Menuju Sekolah Hijau 2026”

🌿 Semangat Adiwiyata SD YPPK Gembala Baik Abepura: Menyemai Harapan di Tanah Hijau 

 Fajar Pembaharuan: Menggugah Semangat yang Tertidur

🌅 Awal Mula Aksi: Suasana yang Tak Biasa di Sore Hari

Selasa, 3 September 2024, pukul 14.00 WIT.

Pada hari itu, suasana SD YPPK Gembala Baik Abepura memancarkan energi yang berbeda. Setelah bel akhir pelajaran berbunyi, para guru tidak lagi langsung beristirahat di ruang guru seperti biasanya. Sebaliknya, mereka justru berkumpul dengan penuh semangat mendengarkan pengarahan Kepala Sekolah. Hari itu, mereka memulai aksi pemeliharaan dan penanaman pohon, sebuah langkah nyata menuju sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

📜 Refleksi Diri: Menghidupkan Kembali Semangat Adiwiyata

Program Adiwiyata, yang dikenal secara internasional sebagai Green School, sesungguhnya menawarkan lebih dari sekadar proyek atau penghargaan. Melainkan, ini menjadi panggilan moral untuk menjaga bumi dari ruang kelas terkecil sekalipun.

SD YPPK Gembala Baik Abepura pernah mencetak sejarah gemilang dengan meraih Adiwiyata Nasional pada tahun 2014. Namun, seiring berjalannya waktu, aktivitas lingkungan sempat melambat. Kini, sekolah ini kembali menegaskan tekadnya menghidupkan semangat itu demi merebut kembali predikat bergengsi tersebut pada tahun 2025

Langkah Nyata Menuju Sekolah Berbudaya Lingkungan

🛠️ Dari Rencana ke Aksi Nyata: Transformasi Sekolah

Langkah menuju perubahan jelas melampaui dokumen atau rapat kerja. Oleh karena itu, sekolah mengeksekusi berbagai program konkret seperti penyusunan gerakan PBLHS (Perilaku Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah), kampanye peduli lingkungan, serta perbaikan sanitasi dan drainase. Lihat dokumen resmi MenLH tentang pedoman PBLHS

Setiap kegiatan membuktikan bahwa perubahan berasal dari tindakan, bukan hanya sekadar wacana.

🤝 Kolaborasi Total: Semua Bergerak, Semua Terlibat

Dalam pelaksanaannya, semua warga sekolah berperan aktif.

Setiap guru dan tenaga kependidikan mengemban tanggung jawab yang jelas. Sebagai contoh, Wali kelas menanam bunga di depan ruang kelas masing-masing dan memastikan setiap tanaman mendapatkan air dan pupuk cukup. Di sisi lain, Guru mata pelajaran bersama staf tata usaha mengecat pot-pot dengan warna hijau segar, simbol kehidupan baru.

🪴 Menghijaukan Lahan: Kebun Apotik dan Tanaman Gantung

Di kebun apotik sekolah, para guru perempuan menanam jahe, kunyit, dan serai. Selain itu, mereka juga membuat media tanam gantung yang memperindah halaman sekolah. Pemandangan itu menghadirkan rasa bangga — melihat para pendidik tak hanya mengajar, tetapi juga menanam dan merawat kehidupan. Baca selengkapnya tentang kegiatan kebun apotik sekolah.

💧 Akhir Hari, Awal Komitmen: Keringat, Dedikasi, dan Cinta Lingkungan

Waktu berlalu tanpa terasa. Menjelang pukul 15.00 WIT, wajah-wajah lelah memancarkan kebahagiaan. Meskipun keringat membasahi tubuh, semangat mereka tetap membara. Kegiatan hari itu memang berakhir, tetapi tanggung jawab baru saja dimulai.

Sejak hari itu, menyiram dan merawat tanaman menjadi bagian dari rutinitas sekolah. Guru, staf, dan siswa bergantian menjaga agar setiap tunas tumbuh subur. Mereka belajar bahwa lingkungan yang indah merupakan hasil dari kerja keras bersama.

🌱 Menanam Harapan, Bukan Sekadar Pohon

Dengan demikian, seperti tunas yang berkembang menjadi pohon rindang, semangat warga SD YPPK Gembala Baik Abepura juga terus menguat. Mereka tidak hanya menanam pohon, namun juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan lestari. Setiap daun yang bergoyang menyaksikan perjuangan dan dedikasi tanpa lelah. Tonton videonya di YouTube.

Baca juga : Jangan Jadi Orang Ketiga Tunggal: Cerita Humor Seru”

Tantangan, Strategi Baru, dan Arah Masa Depan

🚀 Tantangan dan Harapan Baru di Babak Berikutnya

⏸️ Penundaan dan Evaluasi: Persiapan yang Sempat Tertunda

Namun, perjalanan menuju Adiwiyata Nasional menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa persiapan belum selesai sehingga sekolah menunda target 2025 sementara waktu. Meskipun begitu, semangat tidak pernah padam. Sekolah mengambil jeda untuk memperbaiki strategi dan memperkuat struktur kerja.

💡 Kepemimpinan dan Struktur Baru: Energi Baru

Hadirnya pemimpin baru program Adiwiyata memberikan napas segar bagi sekolah. Program kembali bergerak dengan arah yang jelas dan target yang realistis. Oleh karena itu, SD YPPK Gembala Baik Abepura kini mempersiapkan diri untuk mengikuti Lomba Adiwiyata Nasional 2026.

  • Kelompok 5 (Integrasi Kurikulum): mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum dan proyek siswa.

  • Kelompok 6 (Dokumentasi dan Publikasi): mendokumentasikan dan mempublikasikan seluruh kegiatan Adiwiyata.

  • Kelompok 7 (Kemitraan): menjalin kerja sama dengan masyarakat, orang tua siswa, dan instansi lingkungan hidup.

Dengan sistem kerja yang teratur ini, seluruh warga sekolah bergerak serempak, saling melengkapi seperti akar yang menopang batang pohon.

Baca juga : Pentingnya Ketelitian: Belajar dari Hal Kecil dalam Pekerjaan Sehari-hari

🌳 Tujuan Akhir: Menuju Sekolah yang Benar-Benar Hijau

Kini, SD YPPK Gembala Baik Abepura memasuki babak baru perjuangan hijau. Kepedulian terhadap lingkungan telah berubah dari slogan yang terpampang di dinding, menjadi kebiasaan yang hidup di setiap kelas.

Guru dan siswa bersama-sama menjaga kebersihan, menghemat energi, dan mengubah perilaku kecil menjadi gerakan besar

 Epilog: Komitmen Berkelanjutan

🌻 Penutup: Dari Sekolah untuk Bumi

Perjalanan SD YPPK Gembala Baik Abepura mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari tangan-tangan yang menanam bunga, dari hati yang percaya bahwa bumi terselamatkan melalui pendidikan.

Mereka tidak sekadar mengejar penghargaan, namun berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi bagi bumi. Sebab, di setiap daun yang tumbuh di halaman sekolah itu, tersimpan doa, harapan, dan cinta untuk masa depan yang lebih hijau. 🌿

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *